Kamis, 23 Oktober 2014
17:04 WIB
Menteri ESDM Sudah Tandatangani Peraturan Naiknya Harga BBM
Tapi belum bisa dipastikan kapan kenaikan itu diumumkan.
Sejumlah kendaraan bermotor mengisi bahan bakar minyak (BBM)
Sandy Adam Mahaputra, Arie Dwi Budiawati | Kamis, 20 Juni 2013, 23:36 WIB

VIVAnews - Kenaikan harga BBM bersubsidi tinggal menunggu waktu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan peraturan tentang kenaikan ini sudah ditandatangani Menteri ESDM Jero Wacik.

"Peraturan menteri ESDM memang sudah diteken, tapi belum diberi tanggal," kata Dirjen Bahan Bakar Minyak BPH Migas, Djoko Siswanto, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 20 Juni 2013.

Namun, Djoko belum bisa memberikan pernyataan kapan diumumkannya kenaikan harga BBM bersubsidi. Dia belum diberitahu mengenai hal itu.

"Yang jelas secepatnya. Kalau misalnya Jumat diumumkan, pasti kenaikan harga itu akan berlaku pada pukul 00.00 WIB, dan otomatis berlaku pada Sabtu keesokan harinya," kata dia.

Sebelumnya, beredar kabar, Jumat 21 Juni 2013 pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kementerian ESDM, PT Pertamina (Persero), dan DPP Hiswana Migas telah melakukan rapat koordinasi. Dalam rapat itu, mereka menetapkan bahwa harga premium bersubsidi sebesar Rp6.500,00 per liter dan harga solar bersubsidi sebesar Rp5.500,00 per liter. Namun, pihak Pertamina, saat itu, belum mendengar informasinya.

"Saya belum mendapat informasinya. Tolong konfirmasi kepada Humas ESDM," kata Humas Pertamina, Ali Mundakir, dalam pesan singkat yang diterima VIVAnews.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Humas Kementerian ESDM, Yogi. Dia mengaku belum menerima kabar tersebut. "Kami juga belum tahu kabar itu," ujarnya.

Tapi, Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengatakan kemungkinan pengumuman tersebut akan disampaikan pada besok, Jumat 21 Juni 2013.

Ketika VIVAnews mencoba mengkonfirmasi lagi ke Menteri ESDM, Jero Wacik. Dia enggan memberi jawaban. "Saya sedang rapat. Nanti telepon lagi," kata Wacik beralasan. (ren)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya